Pandemi Tak Menyurutkan Ekspor Teh Hitam Jawa Tengah Yang Kian Meroket

ekspor teh hitam
Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang saat memeriksa teh hitam yang siap diekspor ke Malaysia, 10 Juni 2020. (FOTO: Humas Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang)

Terkini.id, Semarang- Indonesia merupakan salah satu negara penghasil teh terbaik di dunia. Hampir setengah dari produksi teh diekspor keluar negeri.

Bahkan, teh sendiri sangat lekat di hati masyarakat Indonesia untuk konsumsi sepanjang waktu. Maka tak heran apabila kepopulerannya kian meroket karena mudah dikonsumsi dengan beragam usia dan status ekonomi, bahkan telah menjadi budaya di beberapa negara.

Kini ada beragam jenis teh di pasaran demi memuaskan selera orang akan aroma serta rasa teh.

Umumnya, teh yang di konsumsi oleh orang Indonesia adalah teh melati dan teh hijau. Namun, ada jenis teh lain yang memiliki manfaat luar biasa dan kini mampu menembus pasar Internasional yang diminati mancanegara yaitu teh hitam.

Meskipun sekilas teh hitam nampak kurang populer jika dibandingkan dengan teh hijau atau teh melati namun teh hitam ini memiliki manfaat terhadap kesehatan manusia, antara lain sebagai antioksidan untuk mencegah kanker, menurunkan resiko serangan jantung, mencegah radikal bebas dan dapat melancarkan pencernaan.

Teh hitam juga berasal dari daun teh Camellia Sinesis. Rasa yang dihasilkan pun tak jauh berbeda, namun warna yang dihasilkan teh hitam lebih gelap akibat proses oksidasi.

Tak hanya dari segi warna, teh hitam yang lebih teroksidasi juga menghasilkan kandungan kafein yang lebih tinggi. Itu sebabnya, teh hitam juga diandalkan oleh orang yang tak ingin minum kopi namun membutuhkan manfaat kafein kopi.

Kementerian Pertanian melalui karantina pertanian Semarang mencatat selama kurun waktu Januari sampai dengan Juni 2020 sebanyak 34 kali ekspor teh hitam telah melanglang buana ke berbagai negara diantaranya UEA, Jepang, USA, Malaysia, Polandia, Kenya, Singapura dan Irak dengan jumlah total ekspor mencapai lebih dari 500 ton atau sekitar 522.840 kg.

Kali ini teh hitam kembali diekspor ke Malaysia sebanyak 21.200 kg pada Rabu 10 Juni 2020. Petugas karantina pertanian Semarang melaksanakan tupoksinya dengan melakukan pemeriksaan fisik dan kesehatannya untuk memastikan bahwa teh ini bersih dan bebas Organisme Penggganggu Tumbuhan Karantina serta layak untuk diekspor.

Sebagai jaminan kesehatannya karantina pertanian Semarang menerbitkan Phyto Sanitary untuk menyertai teh hitam berlayar ke negara tujuan yaitu Malaysia.

Parlin Robert Sitanggang, Kepala karantina pertanian Semarang menegaskan bahwa teh merupakan komoditas pertanian dan perkebunan andalan Jawa Tengah yang patut diperhitungkan sebagai penghasil devisa. Karantina pertanian Semarang akan terus mendampingi petani hingga mampu menjaga ekspor yang telah berjalan dan bisa menambah negara tujuan ekspor untuk mensukseskan program GRATIEKS sesuai arahan Kepala Badan Karantina Ali Jamil.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Menteri Pertanian bahwa ada 10 komoditas pertanian dan perkebunan andalan ekspor Indonesia. Bahkan, hasil ekspornya menyumbang hampir separuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Jokowi Tinjau Bandar Udara Jenderal Soedirman Purbalingga

Ami Bidan Puskesmas, Jadi Penggerak Vaksinasi Lansia di Banyumas

Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Kabupaten Kudus Terkait Kasus Covid Tertinggi di Jateng

Ganjar Pranowo Dampingi Presiden Jokowi Cek Kawasan Industri Batang

Program Resi Gudang, Bikin Petani Grobogan Lebih Tenang

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar