Beginilah Skenario Penerapan Normal Baru di Jawa Tengah

Ganjar Normal Baru
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo jelaskan rencana normal baru, 23 Mei 2020. (FOTO: Dzap)

Terkini.id, Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan seluruh perkantoran dinas di jajarannya mulai melakukan penataan pada Selasa 26 Mei 2020 menuju penerapan normal baru.

Selain perkantoran pemerintah, Ganjar juga menginstruksikan agar seluruh instansi swasta melakukan hal serupa dari pabrik, pasar, maupun swalayan.

Ganjar mengatakan panduan penerapan normal baru telah dia terima, demikian pula para bupati dan walikota.

Menurutnya sebelum normal baru benar-benar diterapkan diseluruh lapisan masyarakat instansi pemerintah mesti membuat contoh terlebih dahulu. Untuk jajarannya sejak hari ini, Selasa 26 Mei untuk melakukan penataan.

“Jadi yang layanan umum mengikuti protokol kesehatan biasanya yang berhubungan dengan masyarakat langsung ada tabir pembatasnya. Yang back office kita mereka kita minta mengatur jaraknya agar tidak terlalu dekat,” kata Ganjar.

Bukan hanya kantor pemerintahan, Ganjar juga menginstruksikan agar seluruh instansi swasta melakukan penyesuaian dari pasar, mall sampai pabrik. Yang swasta lanjut Ganjar, sebenarnya yang sudah melakukan percobaan cukup banyak dari pengaturan jarak, aturan mengenakan masker sampai sering-sering cuci tangan.

“Di Kudus kemarin sudah ada yang menerapkan, maka beberapa pabrik juga kita minta untuk melakukan itu agar bisa ditiru. Pasar-pasar di Salatiga juga telah lebih dulu,” katanya.

Kalau penerapan di pabrik, pasar maupun mall sudah menjadi pengetahuan umum, mulai visualnya, bentuk serta polanya, menurut Ganjar dengan sendirinya semua akan menemukan satu formula yang bagus.

Bahkan khusus untuk supermarket dan mall, Ganjar telah menginstruksikan agar Bupati dan Walikota lebih ketat menerapkan aturan protokol kesehatan.

Ganjar menyebut saat ini telah memasuki masa-masa kritis, terutama saat Ramadan dan lebaran kemarin dengan banyaknya masyarakat yang belanja.

“Kita sudah minta kalau tidak bisa taat tutup. Mudah-mudahan pasca lebaran ini sudah agak reda sehingga bisa diatur lagi. Kita minta pengusaha tolong semuanya diatur dengan baik,” tandasnya.

Agar aturan protokol kesehatan itu berjalan optimal, Ganjar mengatakan agar seluruh daerah menerjunkan seluruh potensi penegak peraturan, dari Satpol-PP, Satpam sampai peran pengawasan masyarakat.

Terlebih beberapa daerah telah menerbitkan regulasi, dari Peraturan Walikota maupun Peraturan Daerah.

“Tapi kita belum akan melakukan normal baru dalam waktu pendek. Kalau nanti kita melihat grafiknya masih tinggi tentu normal baru belum bisa kita terapkan. Grafiknya harus turun dulu. Kalau sudah mulai turun ekstrem sampai hampir menyentuh batas bawah, nah itu normal baru bisa. Sekarang kita latihan dulu,” katanya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kapolri Idham Azis Pimpin Wisuda 293 Taruna Akpol

Untuk Kawasan Yang Tidak Memiliki SMA/SMK Negeri, Pemprov Punya Solusi

Ganjar Tinjau Produksi Furnitur Semarang Langganan Artis Hollywood

Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-74 Dilakukan Virtual

Dua Daerah Masih Merah Covid-19, 11 Daerah Butuh Perhatian Khusus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar