Derma Rumah Shodaqoh Untuk Panti Asuhan Ashobariyah

Derma Rumah Shodaqoh Untuk Panti Asuhan Ashobariyah

Yeni Eka Ayu Ningtias

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Semarang - Wajah Faiz begitu bahagia, ketika rombongan Tim Rumah Shodaqoh tiba di Panti Asuhan Ashobariyah di Gunung Pati Semarang, Sabtu 9 Mei 2020. Faiz merupakan salah seorang pengurus di panti tersebut. Kedatangan Tim Rumah Shodaqoh bukan tanpa alasan. Rumah Shodaqoh berikan bantuan sembako dan perlengkapan rumah tangga ke panti asuhan Shobariyah yang berlokasi di kelurahan Plalangan Gunung Pati ini.

Panti Ashobariyah dihuni sekitar 20 anak laki-laki dengan rentang usia 7 hingga 18 tahun. Secara mandiri mereka hidup bersama, bersekolah dan menimba ilmu agama dengan bimbingan beberapa pengurus yang usianya relatif masih muda. Namun demikian, tak sedikitpun terpancar kesedihan dari wajah mereka. Bersama mereka saling menjaga, menyatu menjadi keluarga yang memiliki ikatan satu sama lain.

Luas bangunan panti hanya sekitar 60 meter persegi. Lantai hanya dari semen tanpa ubin apalagi keramik. Atapnya menggunakan galvalum baja ringan, tak heran terik matahari begitu terasa hingga ke dalam ruangan.

Sementara itu ruang tidur hanya disekat asbes sederhana, tanpa kasur dengan perlengkapan seadanya.

Sekar Rarasmara salah seorang pendiri Rumah Shodaqoh mengatakan, kondisi panti Ashobariyah serba kekurangan, dan ini yang menjadikan alasan Rumah Shodaqoh datang untuk memberikan bantuan.

"Kita sebelumnya sudah mendapatkan informasi tentang kondisi panti ini mas. Dan sebelumnya waktu kita survei benar apa adanya sesuai informasi yang kita dapat," ujar Sekar.

Kebutuhannya lanjut Raras mulai dari kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, telur, minyak goreng dan sebagainya, hingga kebutuhan peralatan rumah tangga seperti kasur, kipas angin dan lemari pakaian.

Dirinya menambahkan, apa yang dilakukannya ini semata-mata hanya sebagai jembatan antara donatur dan penerima bantuan.

"Kita sudah lakukan kegiatan amal atau donasi sejak tahun 2012. Waktu itu saya bertiga dengan teman berpikir sederhana bagaimana membantu saudara kita yang masih kesusahan," ungkap ibu dari 2 anak ini.

"Semakin berkembang di tahun 2015, kita membuat warung Shodaqoh yang secara cuma-cuma memberikan makan kepada warga khususnya di kota Semarang," pungkas Sekar.

Ketika ditanya mengenai sumber dana bantuan, Sekar menjelaskan kalau dirinya membuka kesempatan bagi masyarakat untuk ikut berdonasi.

"Kita biasanya dapat bantuan donasi dari temen-temen di Semarang, tapi ada juga dari masyarakat luar Semarang. Intinya kita buka donasi bagi siapa saja yang memiliki keinginan membentu sesama. Insya Allah kita salurkan kepada yang berhak menerima," ungkap wanita 34 tahun ini.

Sementara itu, Faiz pengurus panti asuhan mengaku merasa senang dengan kedatangan Rumah Shodaqoh yang memberikan bantuan.

"Alhamdullilah, terimakasih buat mba-mba sekalian karena kami sudah dibantu diberikan sembako, kasur dan lemari baju. Semoga Rumah Shodaqoh terus diberikan rejeki biar bisa membantu orang lain," ungkap Faiz.

Faiz juga mengatakan, panti asuhannya masih belum memiliki sumber air bersih, sehingga setiap hari harus membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan panti.

"Semoga nanti ada yang bisa bantu untuk buatkan sumur air bersih njeh mba, soale mahal juga kalau kita harus beli dari mobil tanki," pinta Faiz kepada tim Rumah Shodaqoh.