Patroli Masif PKM Semarang Dapati Suhu Tubuh Wanita Pengendara Motor Tinggi

Darwati Rapid Tes
Darwati warga Banyumanik sedang diperiksa menggunakan rapid tes pada Patroli Masif PKM, 30 April 2020. (FOTO: Zap)

Terkini.id, Semarang – Dalam Patroli Masif PKM di jalan Sukun Raya Banyumanik, seorang wanita pengendara motor didapati petugas dengan suhu tubuh tinggi, sehingga langsung diarahkan untuk rapid tes.

Adalah Darwati, yang pada saat itu melintas sepulang dari tempat bekerja. Dirinya mengaku tidak merasakan gejala apapun ketika tahu suhu tubuhnya mencapai di atas suhu normal.

“Ini saya baru pulang kerja. Saya kok gak ngerasa apa-apa, tahu-tahu diperiksa petugas tadi suhu tubuh saya katanya diatas 37,” ujarnya.

Langsung seketika itu juga, tenaga medis yang telah siap dengan perlengkapan rapid tes memeriksa darah Darwati untuk mengetahui apakah dirinya positif atau negatif Covid-19. Dan hasil rapid tes baru diketahui sekitar 15 menit.

“Saya kalau ke bank biasanya dicek suhu gak segitu mas. Dan ini saya baru pertama kali di tes seperti ini, semoga hasilnya gak positif,” ujar Darwati dengan sedikit cemas.

15 menit berlalu, akhirnya hasilpun keluar. Beruntung, Darwati dinyatakan negatif dari Covid.

Pada hari pertama Patroli Masif bergerak di wilayah Banyumanik, karena berdasarkan pantauan petugas daerah tersebut merupakan salah satu daerah yang masih terlihat ramai dengan kegiatan masyarakat.

Petugas gabungan dengan tetap mengedepankan humanisme, melakukan himbauan kepada warga sekitar.

Satu per satu warga yang terlihat bergerombol diberikan himbauan. Terlebih jika kedapatan tidak menggunakan masker.

“Bapak ibu tolong tetap jaga jarak, pakai masker, dan jangan bergerombol,” ujar salah satu petugas dengan menggunakan pengeras suara.

Warung makan, tukang tambal ban, tak luput dari himbauan petugas. “Mas tambal ban, tolong njeh pakai masker, ini demi kepentingan bersama. Jangan ngeyel njeh,” himbau petugas kepada pemilik tambal ban.

Tidak hanya sekedar memberikan himbauan, pada kesempatan itu petugas juga memberikan masker gratis kepada warga yang kedapatan tidak menggunakan masker.

“Coba mba, helmnya dibuka dulu. Nah mba nya kan tidak pakai masker, ini kita kasih ya. Tolong dipakai ya mba, kalau bisa semisal tidak ada keperluan mendesak, ndak usah keluar rumah ya,” ujar petugas kepada salah seorang pengendara motor.

Beberapa petugas dengan APD lengkap memeriksa suhu tubuh warga yang melintas dengan thermometer infra red khususnya bagi mereka yang kebetukan melintas menggunakan kendaraan dengan nomor polisi dari wilayah zona merah seperti DKI Jakarta.

“Sore bapak, mohon maaf bisa diperlihatkan KTP nya, ini saya sekedar menjalankan tugas,” ujar Polwan kepada pengemudi mobil dengan nomor polisi Jakarta.

Operasi masif Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PKM kota Semarang yang dilakukan oleh petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, Dishub, Satpol PP, Pemkot, dan petugas medis pada Kamis 30 April kemarin, setidaknya memberikan efek kejut kepada masyarakat untuk mentaati peraturan Walikota tentang PKM yang bertujuan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kapolrestabes Semarang Kombespol Auliansyah Lubis memberikan keterangan terkait Patroli Masif PKM, 30 April 2020. (FOTO: Zap)

Kapolrestabes Semarang, Komisaris Besar Polisi Auliansyah Lubis yang pada saat itu memimpin langsung operasi tersebut mengatakan, patroli ini dilakukan untuk menginatkan warga masyarakat akan peraturan PKM agar terhindar dari Covid-19.

“Kami berharap beberapa hari kami di sini, bisa menyadarkan masyarakat untuk tetap di rumah saja, sehingga penyebaran Covid-19 di Semarang bisa terhenti,” ujarnya.

Kapolres menambahkan bahwa berdasarkan pantauan pihak Kepolisian, penerapan PKM mulai terlihat dari berkurangnya kegiatan masyarakat di kota Semarang, namun hanya saja masih ada sebagian kecil titik lokasi yang kegiatan masyarakatnya bisa dibilang cukup ramai.

Rencananya Patroli Masif PKM akan terus berlangsung di beberapa wilayah kota Semarang hingga penerapan PKM betul-betul terlaksanan demi mencegah penyebaran Covid-19.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Terkait Pengamanan Pilkada, Kapolda Jateng Tidak Berencana Berkantor di Solo

Langgar Protokol Kesehatan, Pegawai Pemprov Siap-Siap Didenda Hingga Rp 500.000

Ganjar Fokus Stimulus Usaha Mikro Untuk Hadapi Resesi

Ganjar Minta Provider Seluler Tangani Area Blank Spot di Jateng

Ganjar Minta Petani Tembakau Temanggung Urung Demo ke Istana

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar