Ditengah Pandemi, Komoditas Ekspor Pertanian Jawa Tengah Senilai Rp. 13,7 M Berhasil Diluncurkan

Pelepasan Ekspor
Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Parlin Sitanggang bersama Pejabat KSOP dan Bea Cukai melepas komoditas ekspor, 30 April 2020. (FOTO: Ardi)

Terkini.id, Semarang – Di tengah pandemi Covid-19, Provinsi Jawa Tengah masih mampu melepas komoditas ekspor pertanian tak kurang dari Rp. 13,7 Milyar ke 11 negara. Pelepasan tersebut dilakukan secara serentak dari sembilan pintu pelepasan di Indonesia, Kamis 30 April 2020.

Bertempat di Dipo Pelindo Tanjung Emas, Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang bersama KSOP dan Bea Cukai, melakukan pelepasan komoditas ekspor secara bersamaan dari sembilan pintu pelepasan di Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dari Jakarta melalui video conference.

Adapun sembilan pintu pelepasan tersebut antara lain Soekarno Hatta, Tanjung Priok, Belawan, Semarang, Denpasar, Balikpapan dan Makasar.

Data dari Balai Karantina Kelas 1 Semarang sebanyak 11 komoditas pertanian dengan nilai total sekitar Rp. 13,7 Milyar yang dilepas pada hari itu diantaranya :

  1. Bungkil Kapuk sebanyak 100 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 346 Juta, ke negara tujuan Korea.
  2. Kopi Biji sebanyak 38,4 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 927 Juta, ke negara tujuan Egypt.
  3. Kopi Biji sebanyak 76,8 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 76,8 Juta, ke negara tujuan Mesir.
  4. Terung dan Zucchini Beku sebanyak 22 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 719 Juta, ke Jepang.
  5. Kapulaga sebanyak 13 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 2 Milyar, ke Vietnam.
  6. Karet sebanyak 165 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 3,6 Milyar, ke Cina.
  7. Kopi Biji sebanyak 56,7 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 1,1 Milyar, ke Georgia.
  8. Sarang Burung Walet sebanyak 0,04 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 1,3 Milyar, ke negara tujuan Cina.
  9. Kacang Tanah sebanyak 18 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 589 Juta, ke negara tujuan Malaysia.
  10. Jenitri sebanyak 6,6 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 154 Juta, ke India.
  11. Permen Jahe sebanyak 5,7 Ton dengan nilai ekspor sekitar Rp. 696 Juta, ke negara tujuan Amerika Serikat.

Kepala Balai Karantina Kelas 1 Semarang, Parlin Sitanggang mengatakan bahwa dirinya merasa lega di tengah pandemi ini, komoditas ekspor pertanian masih sanggup dilakukan dengan nilai yang cukup bagus.

“Jumlah komoditas ekspor hari ini hampir 502 Ton dan nilai ekspor mencapai Rp. 13,7 Milyar. Espor di pelabuhan Tanjung Emas Jawa Tengah ini masih lumayan walaupun ada pandemi masih tetap berjalan,” ujarnya.

Parlin menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi para pengusaha karena telah mengikuti prosedur Balai Karantina Pertanian dengan bekerja secara online, namun tetap bisa melakukan proses perijinan ekspor.

“Jadi kita selama ini mempermudah semua, agar proses percepatan ekspor cepat selesai. Jadi karena situasi pandemi ini kita lebih semangat lagi untuk menyatakan bahwa meskipun ada pandemi Covid-19 tapi ekspor kita tetap berjalan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula Phytosanitary Certificate, dokumen sertifikat yang menunjukan bahwa komoditas tersebut telah terbebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Tertentu atau OPTK kepada 11 eksportir.

Sementara itu terkait kegiatan pelepasan serentak tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam sambutan yang dilakukan melalui video conference mengatakan, Covid-19 telah memberikan hikmah kepada aktivitas perekonomian tak terkecuali bidang ekspor komoditas pertanian ini.

“Covid ini hikmahnya kita tak perlu jauh-jauh ke sembilan wilayah. Kita berada disini kita bisa melepas pintu ekspor dan ini melakukan efektifitas dan efisiensi yang luar biasa, dan kayanya mulai hari ini, mulai hadirnya Covid-19 ini paradigma-paradigma by digital menjadi penting,” ungkapnya.

Sebelumnya, data dari Kementerian Pertanian terjadi peningkatan ekspor selama setahun terakhir, mulai dari 2019 hingga Maret 2020 sebesar 7,47 persen.

Peningkatan ekspor ini berasal dari empat subsektor unggulan seperti perkebunan, tanaman pangan, hortikultura dan peternakan. Dari empat subsektor tersebut nilai peningkatannya sekitar Rp.12 Triliun.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Kapolri Idham Azis Pimpin Wisuda 293 Taruna Akpol

Untuk Kawasan Yang Tidak Memiliki SMA/SMK Negeri, Pemprov Punya Solusi

Ganjar Tinjau Produksi Furnitur Semarang Langganan Artis Hollywood

Upacara Peringatan HUT Bhayangkara ke-74 Dilakukan Virtual

Dua Daerah Masih Merah Covid-19, 11 Daerah Butuh Perhatian Khusus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar