Kreasi Patung Hewan dari Kaleng Bekas Made In Salamun

Salamun perajin kaleng bekas
Salamun sedang menata hasil karyanya burung merak dari kaleng bekas, 11 April 2020. (FOTO:Araya)

Terkini.id, Semarang – Deretan patung burung dengan corak warna nan indah menghiasi sudut rumah Salamun, seorang nelayan yang mampu mengubah limbah kaleng bekas jadi kreasi patung hewan yang patut diacungi jempol.

Merak raja salah satu unggulannya. Tingginya sekitar 70 cm dengan untaian ekor yang sangat mirip dengan aslinya, tak ketinggalan mahkota di bagian kepala jadi ciri khas yang mempesona. Bukan hal mudah mengubah kaleng bekas menjadi bentuk menyerupai hewan. Rata-rata butuh waktu sekitar dua hari bagi Salamun untuk menyelesaikan sebuah karya patung hewan dari limbah kaleng bekas.

“Kaleng bekas dipilih corak warnanya yang bagus, kemudian potong-potong memanjang, habis itu dibentuk spiral mirip ekor burung merak,” ujar Salamun sedikit menjelaskan cara pembuatannya.

Bagi Salamun, apa yang dilakukannya ini mampu mengatasi masalah ekonomi saat dirinya tidak melaut.

“Kadang nelayan itu ndak selalu bisa melaut, kalau pas cuaca buruk atau sedang ndak ada solar, otomatis kita ndak bisa makan, tapi kalau ada kerajinan kaya gini kita bisa dapat tambahan uang buat dapur,” ujar nelayan asal Tambak Lorok Semarang ini.

Salamun menambahkan, apa yang dilakukannya saat ini bukan semata-mata untuk mendapatkan tambahan penghasilan, akan tetapi didasari keprihatin dirinya dengan kondisi limbah sampah rumah tangga di laut Tanjung Mas Semarang.

Ia tergerak untuk membersihkan limbah sampah tersebut satu persatu sembari memanfaatkan limbah kaleng bekas menjadi kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi.

Harga yang dipatok Salamun bervariasi. Merak ukuran sedang misalnya, Salamun membandrolnya 250 ribu rupiah.

Lain lagi dengan patung elang bondol dan naga liong.

“Selama ini yang beli baru dari sekitaran kota Semarang saja, harapan saya sih bisa terjual ke seluruh Indonesia hingga luar negeri,” imbuh pria asli Semarang ini.

Salamun mengaku, untuk saat ini belum ada pihak yang memberikan bantuan memasarkan kerajinan kalengnya.

Ia berharap ada pihak dari pemerintah maupun swasta yang berkenan membantu memperkenalkan sekaligus memasarkan produk kerajinannya sehingga mampu bersaing dengan produk kerajinan lainnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Rencana Aksi Pembangkitan Ekonomi Desa Terus Digodok Pemprov Jateng

Ribuan Gamers War From Home Sudah Terdaftar di National E-sport Java Governor Cup 2020

Kelas VI SD Pangudi Luhur Ganti Pesta Kelulusan dengan Donasi

Ganjar Jengkel Sidak Pasar Mangkang Masih Belum Tertata

Pandemi Tak Menyurutkan Ekspor Teh Hitam Jawa Tengah Yang Kian Meroket

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar