Antisipasi Penyebaran Corona Warga Semarang Tutup Portal, Screening Warga dan Tamu Perumahan

Screening Mijen Harmoni
Petugas keamanan sedang lakukan sreening ojek online dan penutupan portal di Mijen Harmoni Semarang, 10 April 2020. (FOTO: Zap)

Terkini.id, Semarang – Upaya antisipasi penyebaran Covid-19 terus digerakkan. Seperti yang dilakukan warga komplek perumahan Mijen Harmoni kota Semarang.Portal ditutup dengan spanduk besar terpampang yang berisikan himbauan kepada warga ataupun tamu yang ingin masuk ke komplek untuk terlebih dahulu melewati proses screening atau pemeriksaan di pos keamanan. 

Hal ini dilakukan berdasarkan anjuran pemerintah Jawa Tengah, yang secara terus menerus memberikan himbauan kepada masyarakat Jawa Tengah tak terkecuali kota Semarang,untuk melakukan persiapan diantaranya melakukan screening di setiap akses masuk perumahan atau kampung terlebih mengantisipasi datangnya pemudik dari kota lain. Ganjar Pranowo pun selaku Gubernur Jawa Tengah tak henti-hentinya melakukan sosialisasi hal tersebut melalui media sosial.  

“Arahan dari kecamatan, kelurahan, RT, RW, dan atas kesepakatan warga perumahan, mulai tanggal 5 April kemarin kita tetapkan aturan screening pak. Pokok isinya antara lain, bagi warga ataupun tamu harus mau dicek suhu tubuh dan disemprot antiseptik terus cuci tangan juga sebelum masuk komplek perumahan. Bagi warga atau tamu yang menolak ya terpaksa tidak boleh masuk. Terus bagi warga harus mau juga melapor ke RT kalau ada anggota keluarganya atau tetangganya yang bergejala corona, jadi langsung bisa ditangani,” ujar Subekhi petugas keamanan perumahan Mijen Harmoni.

Dirinya menambahkan, bagi warga yang baru pulang dari luar kota harus terlebih dahulu melapor ke RT dan lakukan isolasi diri selama 14 hari. “Bahkan sebenarnya kita larang untuk masuk sebelum isolasi diri apalagi yang baru dari zona merah. Buat pedagang keliling atau kiriman paket hanya dibolehkan sampai pos saya ini aja pak. Jadi kalau ada tukang sayur ya berhentinya di pos. Kalau paket nanti saya teruskan ke dalam atau pemilik ambil di pos,” tutupnya.

Berdasarkan data Pemkot Semarang per tanggal 10 April 2020, pasien positif Covid-19 di rumah sakit rujukan terakumulasi berjumlah 58 orang, pasien yang berhasil disembuhkan 21 orang dan yang meninggal dunia berjumlah 16 orang. Sementara Pasien Dalam Pengawasan atau PDP terakumulasi 315 orang, 120 diantaranya dinyatakan negatif, meninggal karena sebab lain 19 orang dan sedang menunggu hasil laboratorium sebanyak 16 orang. Untuk ODP atau Orang Dalam Pemantauan terakumulasi 2439 orang dan 1010 telah selesai pemantauan.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Terkait Pengamanan Pilkada, Kapolda Jateng Tidak Berencana Berkantor di Solo

Langgar Protokol Kesehatan, Pegawai Pemprov Siap-Siap Didenda Hingga Rp 500.000

Ganjar Fokus Stimulus Usaha Mikro Untuk Hadapi Resesi

Ganjar Minta Provider Seluler Tangani Area Blank Spot di Jateng

Ganjar Minta Petani Tembakau Temanggung Urung Demo ke Istana

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar