Corona Bukan Hambatan Untuk Kembangkan Usaha Travel Hewan Peliharaan

Didik Yulianto travel
Didik Yulianto bersama Rottweiler kesayangannya, 5 April 2020. (Foto: Zap)

Terkini.id, Semarang – Wabah pandemi Corona saat ini jelas membuat seluruh dunia susah, tak terkecuali dunia usaha. Banyak usaha yang gulung tikar dan tak sedikit pula karyawan di PHK. Namun patah semangat, bukanlah karakter Didik Yulianto. Pria asli kelahiran Semarang ini justru semakin tertantang mengembangkan usaha jasa pengiriman hewan peliharaan.

Di tangan penyayang hewan seperti Didik, konsumen tidak perlu khawatir tentang keamanan dan keselamatan hewan pada saat pengiriman. Semuanya sudah dipersiapkan dengan baik, mulai kandang, minum, hingga pakan sesuai jenis hewan peliharaannya.

“Saya awalnya memang hobi, terus ketika marak penipuan dijual beli anjing, saya kepikiran untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bertransaksi dengan membuat usaha ekspedisi hewan ini. Semoga pembeli dan penjual ataupun konsumen yang sekedar kirim hewan makin merasa aman dan tidak tertipu. Pakai jasa saya ini, pembeli baru membayar anjing atau hewan yang dibelinya ketika sudah saya antar sampai di rumah dan sesuai dengan ciri ciri yang dipesan”, ujarnya.

Selama ini Didik mengembangkan usaha ekspedisi hewan peliharaan melalui media sosial facebook dan instagram. Konsumen tinggal menghubungi nomor tertera kemudian hewan akan dijemput langsung sehingga tidak merepotkan konsumen. “Untuk kenyamanan kita utamakan konsumen dan anjingnya om. Travel kita lebih cepat sampai dibandingkat paket kereta, anjing selalu terpantau di jalan”, tambah Didik.

“Travel kita sediakan di titik tengah dari kota Solo. Jadi semisal dari Solo ke Jakarta, kami bisa melewati beberapa kota yang melalui jalur tersebut. Jadi kalau ada konsumen dari Semarang ingin kirim ke Cirebon bisa kita layani juga. Tarif kita kenakan mulai 50 ribu rupiah untuk jarak terdekat, hingga 2,5 juta rupiah untuk luar Jawa. Untuk antar pulau sendiri kami gunakan jasa pesawat agar lebih cepat dan aman”, ujar ayah dari 3 anak ini.

Di usianya yang telah masuk kepala 4, Didik tetap konsisten dengan kecintaannya di dunia hewan peliharaan, khususnya anjing ras. Selain menjalankan usaha travel hewan peliharaan, dirinya juga serius beternak anjing ras antara lain Golden Retriever, Belgian Malanois dan beberapa ras lainnya.

“Saya kembangkan anjing ras juga. Prospek ternak anjing lumayan om. Lebih menguntungkan ketimbang ternak hewan lain dan pesaingnya ndak banyak. Anjing ras 1 tahun beranak bisa 2 kali dan maksimal anaknya 10 ekor, dibanding kambing misalnya beranak 2 kali setahun maksimal 3 ekor anaknya. Anak kambing dijual 700 ribu sampai 1 juta rupiah, sedangkan anak anjing dijual 4 sampai 5 juta per ekor. Nah kan sudah kelihatan nilainya om”, tegas Didik.

Kini jutaan rupiah rutin jadi tambahan penghasilan bagi perekonomian keluarganya. Setidaknya Didik telah berusaha membuktikan dirinya mampu bertahan disaat situasi wabah Corona ini. “Corona bagi kami ndak menjadi kendala untuk mencari nafkah lewat on line dan justru lebih maksimal om. Kalau yang ndak terbiasa on line, dia keluar rumah buat cari pekerjaan buat cari makan. Sebenarnya pemerintah memberikan kesempatan dan peluang besar bagi usaha kita untuk maju dan menekan biaya kerugian. Karena on line tidak butuh kios, tidak butuh barang untuk dikulak, untung dari segalanya om.” Tutup Didik.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Ganjar Tinjau Produksi Furnitur Semarang Langganan Artis Hollywood

Rencana Aksi Pembangkitan Ekonomi Desa Terus Digodok Pemprov Jateng

Ribuan Gamers War From Home Sudah Terdaftar di National E-sport Java Governor Cup 2020

Kelas VI SD Pangudi Luhur Ganti Pesta Kelulusan dengan Donasi

Ganjar Jengkel Sidak Pasar Mangkang Masih Belum Tertata

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar