Aji Sulap Limbah Sampah Pesisir Jadi Kerajinan Berharga

Aji Perajin Limbah Sampah
Ponco Kuncoro Aji bersama produk kerajinan miniatur kapal, 4 April 2020.

Terkini.id, Semarang – Berawal dari keterampilan yang diwariskan sang ayah, Ponco Kuncoro Aji atau yang lebih akrab disapa Aji berhasil mengubah limbah sampah pesisir pantaiSemarang menjadi kerajinan beraneka rupa yang cantik dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pria 28 tahun ini sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan, utamanya di kawasan Tambak Lorok Tanjung Emas tempat ia tinggal, yang tak jauh dari pesisir pantai. Untuk itu Aji rutin membersihkan sampah yang tercecer.

Tak jarang diantara sampah tersebut, dirinya menemukan bahan yang cocok untuk dijadikan kerajinan.

“Ketimbang ngotori laut, yo saya ambil untuk bikin ini semua,” ujar Aji sembari menunjukan hasil kerajinannya. Bambu dan kayu merupakan bahan yang kerap ditemukan dan dijadikan kerajinan olehnya. Namun pada dasarnya bahan apapun mampu ia sulap jadi hiasan kerajinan. Kapal pinisi, perahu nelayan, becak hingga bunga hiasan dinding merupakan hasil karyanya. Semuanya terbuat dari bahan bekas dan limbah, bahkan sampai detail tali temalinyapun menggunakan bahan bekas pakai.

Di sudut rumahnya, Aji menata sedemikian rupa hasil karyanya sehingga enak dipandang dan tentunya memudahkan bagi calon pembeli untuk memilih benda apa yang diminati.

Kapal layar misalnya, memiliki ukuran bervariasi mulai yang kecil hingga berukuran besar 1,2 meter dengan tinggi 60 cm.

Untuk miniatur kapal layar, Aji mengaku harus telaten dalam membentuk bagian detailnya. Tak heran butuh waktu hingga 2 minggu menyelesaikan miniatur kapal berukuran besar.

“Untuk pengerjaan sendiri dari yang kecil dan besar itu makan waktu 3 hari sampai paling lama 2 minggu, karena tergantung pikiran dan insting saya sendiri, soalnya saya tidak mencontoh pak,” ujar pria yang sudah setahun ini berhenti dari pekerjaannya di sebuah pabrik garment.

“Alhamdullilah, sejak saya di rumahkan 1 tahun lalu dari pabrik tempat saya kerja, usaha kerajinan saya justru lebih fokus. Siapa tau bisa sukses, kan gak mungkin jika kerja harus ikut orang mulu. Jika sukses bisa buka lapangan kerja buat orang lain,” ucap Aji.

Aji menambahkan, dalam usahanya ini ia terkendala keterbatasan modal, peralatan yang minim dan diakui pula, ia belum menguasai alur pemasaran yang baik untuk menjual produk kerajinannya.

“Selama ini belum ada bantuan dari pemerintah kota ataupun swasta, sementara harapan saya kerajinan ini bisa dikenal warga Semarang atau bahkan ke seluruh Indonesia. Kita rakyat kecil tak perlu janji kita hanya perlu bukti, matur sembah nuwun pak,” tutupnya.

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Rencana Aksi Pembangkitan Ekonomi Desa Terus Digodok Pemprov Jateng

Ribuan Gamers War From Home Sudah Terdaftar di National E-sport Java Governor Cup 2020

Kelas VI SD Pangudi Luhur Ganti Pesta Kelulusan dengan Donasi

Ganjar Jengkel Sidak Pasar Mangkang Masih Belum Tertata

Pandemi Tak Menyurutkan Ekspor Teh Hitam Jawa Tengah Yang Kian Meroket

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar